Seperti daging di sela sela gigi sehabis makan.
Seperti duri kecil di dalam Kulit,yang tak kan puas jika tidak dapat di keluarkan.
Beberapa huruf yang membentuk kata GELIsah.
A.A.U.A.A.U.U.A.A.khoir.
Ingatan yang tidak sempurna.
Keyakinan yang lemah.
Dan ketidak tahuan tentang bahasa.
Kebimbangan..
Keyakinan..
Antara fayahu fayayuhu faya khoir dan wayahu wayayu hu waya khoir.
Seperti bahasa lain,beda satu huruf hidup bisa berubah artinya.
Dalam bahasa arab ada ra'ina dengan ru'una.
Dalam bahasa indonesia ada tambang dan tumbang.
Yakin.ada kata seperti itu.
Tapi bimbang.benarkah kata itu.
Meskipun aq yakin.
Aq bimbang juga,karena keyakinan tidak menjamin kebenaran.
Meskipun hanya fa' dan wawu.
Tapi tetap ragu.tetap yakin khoir itu baik.
Satu,dua,tiga tahun hanya bersandar pada kata khoir,khoir,khoir.
Hanya pada pengertian baik,baik,baik.
Apapun yang terjadi adalah baik.
Seburuk apapun yang terjadi adalah yang terbaik.
Setitik cahaya di dalam gelap.
Ketika empat mata berair,dengan kata yang selalu qu ingat.
Dengarlah anak ku..
Aq mengerti apa yang kau rasakan,mungkin ini berat untuk mu.
Tapi mengertilah..kita pergi bukan untuk meninggalkan mu,
Kita meninggalkanmumeninggalkanmu,bukan karena kita tidak sayang padamu,
Semua yang terjadi adalah yang terbaik,dan ingatlah kau tidak sendiri.
Untuk semua itu ada satu syarat yang harus di penuhi..
Satu..harus terpisah.
Dan Suatu saat kau akan mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar